4 Juni 2026
Sports

JAPFA FIDE Rated 2026, Pecatur 8 Negara Berburu Rating Internasional

JATIM EKSPRES- Turnamen catur bertajuk “JAPFA FIDE Rated 2026” resmi bergulir dengan antusiasme yang tinggi.

Ajang bergengsi ini menjadi angin segar bagi para pecatur tanah air untuk mendongkrak elo rating (rating internasional) tanpa harus terkendala mahalnya biaya bertanding ke luar negeri.

Turnamen yang diinisiasi JAPFA bersama PB Percasi ini berlangsung selama lima hari mulai 22-26 Mei 2026 di Jakarta.

Kemitraan yang harmonis antara PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PB Percasi yang telah memasuki tahun ke-26, menjadi motor utama di balik konsistensi pembinaan olahraga asah otak ini di Indonesia.

Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya, mengungkapkan bahwa turnamen ini dirancang untuk menjawab tantangan biaya akomodasi internasional yang kian meningkat. Melalui ajang domestik berstandar FIDE ini, para pecatur lokal mendapatkan kesempatan emas yang setara.

“Pecatur kita ini sebenarnya harus banyak bertanding di luar negeri. Tapi karena biaya sekarang semua naik dan mahal, harapan kami turnamen kali ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk para pecatur menaikkan Elo rating-nya. Agar ke depannya, pecatur kita bisa lebih berbicara di luar negeri,” ujar Rachmat pada pembukaan turnamen, Jumat 22 Mei 2026.

Rachmat juga mengaku bangga melihat tren olahraga catur yang kini mulai digandrungi oleh generasi muda dari berbagai kalangan, bahkan masuk ke dalam kurikulum sekolah. Melalui program berkelanjutan seperti JAPFA for Kids yang digagasnya, ia optimis bibit unggul akan terus bermunculan.

“Ini surprise sebenarnya, sekarang sudah mulai banyak anak muda yang suka. Catur sangat baik untuk mendidik dan mengembangkan cara berpikir karena penuh dengan strategi, jadi sangat baik untuk perkembangan otak anak,” ujar Rachmat yang didampingi Artsanti Alif,

Vice President / Head of Social Investment & Corporate Communication di PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk.
Turnamen edisi kelima ini mencatatkan daya tarik tersendiri dengan partisipasi pecatur mancanegara. Ketua Panitia Penyelenggara JAPFA FIDE Rated 2026, Henry Hendratno, memaparkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh peserta dari delapan negara.

“Total Peserta 350, Indonesia mendominasi dengan mengirimkan 342 pecatur. Sedangkan peserta Internasional berasal dari 8 negara, meliputi Australia (2 peserta), Italia, Jepang, Uzbekistan, Malaysia, dan Singapura,” jelas Henry.

Menurutnya, lompatan prestasi catur Indonesia tidak akan berjalan secepat ini tanpa komitmen jangka panjang dari pihak sponsor.

“Tentu saja dukungan dari PT JAPFA sangat berarti sekali bagi PB PERCASI. Hubungan yang harmonis dan berkesinambungan sudah terjalin selama 26 tahun. Tanpa JAPFA, pembinaan catur Indonesia pasti tidak akan secepat ini,” kata Henry mengapresiasi.

Jembatan Menuju Agenda Internasional yang Padat

Langkah mendongkrak Elo rating lewat JAPFA FIDE Rated V 2026 ini dinilai sangat tepat waktu. Pasalnya, PB PERCASI tengah bersiap menghadapi kalender kompetisi internasional yang sangat padat sepanjang tahun 2026.

Perwakilan PB PERCASI, Pandapotan Sinaga, mengingatkan seluruh peserta—baik junior maupun senior—untuk tampil habis-habisan dan memanfaatkan turnamen ini sebagai batu loncatan sebelum dikirim ke luar negeri.

“Acara ini dalam rangka menaikkan elo rating. Saya minta seluruh peserta yang hadir hari ini bisa menaikkan ratingnya, jangan ada yang turun.Semangat semua dulu untuk menaikkan. Manfaatkan kejuaraan ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Pandapotan.

Lebih lanjut, Pandapotan menjabarkan sejumlah agenda besar yang sudah menanti di depan mata, di antaranya Kejuaraan Asia di Mongolia, Kejuaraan Dunia Anak Rapid and Blitz di Hong Kong, World Youth Championship, Olimpiade Catur di Uzbekistan (September 2026) dan Kejurnas 2026 di Banten

“Dengan dimulainya turnamen JAPFA FIDE Rated V 2026, Indonesia berharap dapat menjaring dan mematangkan mental para pecatur terbaik. Hasil dari turnamen ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi PERCASI dalam merekrut skuad tangguh yang siap dikirim membawa nama bangsa di kancah dunia,” katanya.

Pada pembukaan turnamen itu, perwakilan pemerintah yang hadir adalah Sekretaris Deputi III Kemenpora, Setiyana Djafar. Sedangkan dari KONI Pusat adalah Tursandi Alwi.

Dalam kesempatan ini, Setiyana Djafar mengapresiasi JAPFA yang selalu konsisten mendukung pembinaan olahraga catur Indonesia.

Bagi Kemenpora, catur tidak boleh hanya dilihat sebagai permainan di atas papan kotak-kotak hitam dan putih. Lebih dalam dari itu, olahraga pikiran ini memiliki dimensi besar dalam membentuk manusia Indonesia yang berkualitas.

Menurutnya, catur adalah olahraga mental yang secara melekat melatih konsentrasi, ketajaman strategi, disiplin, hingga ketangguhan mental. Nilai-nilai kompetitif inilah yang dinilai selaras dengan visi pemerintah.

“Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat pembangunan karakter generasi muda Indonesia, sebagaimana yang menjadi perhatian utama Kemenpora. Oleh karena itu, kami mendukung penuh setiap langkah PB PERCASI dalam membina dan meningkatkan kualitas atlet catur Indonesia,” jelasnya. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *