Atlet Wushu Tharisa Raih Perunggu di World Cup 2026, Kini Fokus Asian Games 2026
JAKARTA– Atlet Sanda Putri andalan Indonesia, Tharisa Dea Florentina merasa senang bisa mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia pada Kejuaraan Wushu Sanda World Cup 2026 di Macao, 11-16 Mei 2026. Tharisa tampil bersama Nasya Aulia Zahra Wahana (48kg putri) dan Fereddy Sinaga (52kg putra).
Tampil di kelas 52kg putri, Tharisa yang sukses meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 hanya mampu memetik satu kemenangan dalam pertarungan dengan menggunakan system round robbin. “Saya hanya meraih satu kemenangan atas Josepine dari Filipina dalam pertandingan menggunakan system round robbin karena peertanya hanya lima atlet,” kata Tharisa yang dihubungi Minggu (16/5/2026).
Tharisa dan Fereddy yang mendapat tiket dari Federasi Wushu Internasional (IWUF) menjadikan ajang Sanda World Cup 2026 sebagai ajang pemanasan menuju Asian Games Nagoya 2026. Bagi Tharisa, event yang melibatkan 65 atlet dunia ini sebagai ajang evaluasi dan melihat peta kekuatan lawan yang bakal dihadapi pada pesta olahraga empat tahunan negara Asia tersebut.
Pada Asian Games Hangzhou 2022 (yang digelar tahun 2023), Tharisa gagal mempersembahkan medali. Kini, dia bertekad untuk bisa meraih medali pada penampilan keduanya. “Saya sudah melihat peta kekuatan lawan. Dan, saya akan menjalani persiapan lebih baik lagi agar bisa mempersembahkan medali di Nagoya nanti,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino mengatakan, tampilnya tiga atlet sanda Indonesia di World Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan wushu di Tanah Air berjalan dengan baik. “Ini bukan hanya bukti prestasi atlet sanda Indonesia semakin meningkat tetapi juga mendapat pengakuan IWUF,” katanya.
Tharisa merupakan peraih medali emas SEA Games Thaiand 2025 dan perunggu Kejuaraan Dunia Wusuh Brasil 2025 dan Fereddy Sinaga, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Wushu Brasil 2025.
“Tharisa dan Fereddy bisa menjadikan World Cup 2026 sebagai ajang uji coba menjelang Asian Games Nagoya 2026. Jadi, mereka bukan hanya bisa melihat kekuatan lawan tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi PB WI agar bisa dipersiapkan lebih baik lagi saat tampil di Nagoya nanti,” katanya. (red)

